Desiran air mengalir menyerbu gelombang angin. Air nan biru
terbentang luas. Sebuah garis membentang sebagai tanda perbatasan antara lautan
dan langit yang saling bertatapan. Mentari bersinar begitu terangnya. Hingga menusuk
pori-pori kulitku. Seseorang memanggilku dari belakang.
“Tari! Ayo
pulang! Panas, nih!”
“Iya tunggu
sebentar Mel,” ujarku sambil berlari mengejar kedua temanku Melisa dan Melati.
Mereka adalah
sahabatku mulai dari kecil. Tanggal lahir dan tempat bersalin kita juga sama. Rumah
kita pun tidak jauh. Ibu-ibu kita kompak memberi nama kita sama. Mentari,
Melisa dan Melati. Sesuai urutan dari yang termuda, Mentari, Melisa dan
Mentari. Mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas pun kita
sama. Banyak sekali kenangan yang indah, sedih, haru bersama mereka. Ada duka,
sedih, marah, suka, canda tawa dan yang pasti campur aduk jadi satu seperti
gado-gado.
Ingin tahu
lanjutannya? Coming Soon…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar