Rabu, 25 Juli 2012


           Desiran air mengalir menyerbu gelombang angin. Air nan biru terbentang luas. Sebuah garis membentang sebagai tanda perbatasan antara lautan dan langit yang saling bertatapan. Mentari bersinar begitu terangnya. Hingga menusuk pori-pori kulitku. Seseorang memanggilku dari belakang.
          “Tari! Ayo pulang! Panas, nih!”
          “Iya tunggu sebentar Mel,” ujarku sambil berlari mengejar kedua temanku Melisa dan Melati.
          Mereka adalah sahabatku mulai dari kecil. Tanggal lahir dan tempat bersalin kita juga sama. Rumah kita pun tidak jauh. Ibu-ibu kita kompak memberi nama kita sama. Mentari, Melisa dan Melati. Sesuai urutan dari yang termuda, Mentari, Melisa dan Mentari. Mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas pun kita sama. Banyak sekali kenangan yang indah, sedih, haru bersama mereka. Ada duka, sedih, marah, suka, canda tawa dan yang pasti campur aduk jadi satu seperti gado-gado.
          Ingin tahu lanjutannya? Coming Soon…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar